MANAJEMEN PEMASARAN

22:01
A.      Kegiatan Manajemen Pemasaran
Pemasaran menurut P.Kofler yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memahami kebutuhan dan keinginan pasar, mendekatkan barang, mengkomunikasikan dan mempengaruhi untuk membeli barang atau jasa agar konsumen dapat dipuaskan.
Sedangkan pengertian manajemen pemasaran menurut Kotler adalah proses dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan yang diarahkan pada usaha memuasakan keinginan dan kebutuhan konsumen melalui proses pertukaran. Sehingga kegiatan manajemen dapat tergambarkan sebagai berikut:
a.         Analisis, berupa analisis BCG (Boston Konsulting Group), analisis PLC (Produk Life Cycle), analisis SWOT, dan analisis perilaku konsumen.
b.        Perencanaan, berupa rencana segman pasar, rencana target pasar, posisioning produk, penetapan strategi pemasaran, dan penetapan program pemasaran.
c.       Pelaksanaan, berupa pelaksanaan strategi pemasaran, pelaksanaan program pemasaran, pengorganisasian pemasaran.
d.        Pengawasan, berupa evaluasi penjualan tahunan, dan survei tingkat kepuaasan konsumen.


.
B.       Melakukan Analisis dalam Kegiatan Pemasaran
Analisis yang dilakukan dalam aktivitas pemasaran, misalnya: analisis SWOT, analisis BCG dan analisis PLC.
1)        Analisis BCG (Boston Konsulting Group).
Tolak ukur dalam analisis ini adalah pangsa pasar (market share) dan pertumbuhan penjualan. Hasil analisis terhadap produk jasa atau unit bisnis akan berada dalam kemungkinan empat kuadran, yaitu:
a.       Kuadran I (DOG) jika pangsa pasar rendah, pertumbuhan rendah.
b.      Kuadran II (question mark) jika pangsa pasar rendah, pertumbuhan tinggi.
c.         Kuadaran III (star) jika pangsa pasar tinggi pertumbuhan tinggi.
d.        Kuadaran IV (cash flow) jika pangsa pasar tinggi, pertumbuhan rendah

2)        Analisis PLC (Produk Life Cycle).
Dilakukan untuk mengetahui tahapan kehidupan suatu produk jika diukur dengan volume penjualan dan laba yang diperoleh.
a.       Tahap perkenalan, ditandai dengan volume penjualan yang baru mulai diperoleh hingga saat memperoleh laba yang positif. Prioritas strategi pada promosi.
b.      Tahap pertumbuhan, cirinya volume penjualan memperoleh laba sampai pada titik yang optimal. Prioritas strateginya pada saluran distribusi.
c.        Tahap kedewasaan, cirinya volume penjualan telah mengakibatkan laba per unitnya mulai menurun. Prioritas strategi pada kebijakan harga.
d.      Tahap penurunan, ditandai dengan menurunnya voleme penjualan secara terus menerus. Prioritas strategi pada perbaikan barang.
3)        Analisis SWOT.
Analisis ini adalah analisis mengenai lingkungan internal dan eksternal yang kemudian digunakan untuk mengukur:
a.         Kekuatan (strenght).
b.        Kelemahan (weaknesses).
c.         Peluang (opportunity).
d.        Tantangan (threat).
4)        Analisis prilaku konsumen.
        Analisis ini digunakan untuk memahami sifat-sifat konsumen dan prilaku konsumen yang menimbulkan proses pembelian. Kerangka analisis prilaku konsumen adalah sebagai berkut:
a.    Memahami peranan dalam perilaku konsumen,peranannya sebagai intiator, influencer,decider, buyer, atau user.
b.    Memahami proses pembelian dengan menganalisis keinginan dan kebutuhan, penyeledikan sumber-sumber eksternal, peniulaian alternatif, proses pembelian, dan penilaian setelah pembelian.
Perilaku konsumen dan pasar konsumen dapat dipahami melalui pemahaman sifat yang berasal dari berikut:
1.      Object: memahami apa yang dibeli konsumen.
2.      Objective: memahami tujuan pembelian.
3.      Operation: memahami kegunaan pembeli.
4.      Organization: memahami siapa penentu pembelian.
5.      Occupation: memahami siapa pelaku pembelian.
6.      Occasion: memahami kapan akan dilakukan pembelian.
7.      Outlet: mengetahui dimana pembelian dapat dilakukan.

C.       Melakukan Perencanaan Pemasaran.
          Perencanaan dalam pemasaran dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:
1.    Segmentasi pasar.
    Adalah, pengelompokkan konsumen yang mempunyai tanggapan sama terhadap suatu program pemasaran. Adapun kriteria dalam segmentasi pasar adalah geografi, demografi (hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik konsumen), perilaku konsumen, psikologi konsumen, dan kombinasi dari kriteria tersebut. Kepentingan pasar disegmentasi agar dapat ditentukan target pasar yang hendak dituju.



2.    Penentuan target pasar.
    Target pasar adalah pasar yang hendak dilayani dalam menjual barang atau jasa berdasasr segmen yang telah ditetapkan. Target pasar secara luas dapat diklasifikasikan sebagai pasar konsumen atau pasar industri. Pasar konsumen adalah pasar untuk berbagai produk atau jasa (makanan, pakaian, perlengkapan rumah tangga). Sedangkan pasar industriadalah pasar untuk berbagai produk industri yang dibeli oleh perusahaan (besi, baja).
    Target pasar  yang dituju adalah berupa pasar yang sudah dilayani dan pasar potensial. Pasar yang sudah dilayani adalah pasar yang sudah memiliki kebutuhan, keinginan, dan permintaan, serta sudah pernag membeli barang atau jasa sebelumnya. Sedangkan pasar potensial adalah calon pembeli yang potensial akan membeli barang atau jasa dikemudian hari yang dapat terdiri dari:
1.         Pasar yang punya kebutuhan, keinginan, dan daya beli tetapi belum mau beli.
2.         Pasar yang mempunyai kebutuhan, keinginan, dan belum ada daya beli.
3.         Pasar yang punya kebutuhan dan belum ada keinginan.
4.         Pasar yang belum tahu kebutuhannya.
          Pasar potensial ditentukan urut dari pertama sampai keempat, sehingga strategi dan program pemasarannya dapat disesuaikan. Beberapa faktor kunci yang mempengaruhi pilihan konsumen dan akibatnya akan mempengaruhi ukuran target pasar, yakni demografis, geografi, faktor ekonomi, dan nilai-nilai sosial.
3.    Penentuan posisioning produk.
          Posisioning artinya melakukan tindakan mendisain penawaran serta citra perusahaan sehingga target perusahaan dapat mengetahui serta menilai kedudukan perusahaan dibanding pesaingnya.
          Sehingga akan dapat diperkirakan saat dinilai ada pada posisi pemimpin dasar (leader), atau penantang pasar (challenger), atau pengikut pasar (follower) atau barang kali tidak berani bersaing sehingga ada pada posisi penggarap ceruk pasar (nicher). Dalam posisioning dapatdapat dilakukan dengan dasar attribut perusahaan atau produk besarta dimensinya, dan nilai perolehan (delivered value) bagi konsumen.
·         Posisioning dengan dasar attribut, Gleen L. Urban (1991) dalam hal ini yang dapat dilakukan adalah dengan mencari pendapat konsumen dengan daftar pertanyaan untuk menilai attribut produk yang dijual dengan pesaingnya.
·         Posisioning dengan delivered value, P. Kotler (2000) delivered value dihitung dari selisihkan TCV (total customer value) dengan TCT (total customer value).  TCV (total customer value) diperhitungkan dari pendapat konsumen tentang perbedaan yang lebih baik dari produk dibanding pesaing, perbedaan image yang lebih baik dari pesaing. TCT (total customer value) diperhitungkan dati pendapat konsumen tentang pengorbanan atas harga dibanding pesaing, pengorbanan energi yang dikeluarkan dibanding pesaing, pengorbanan atas waktu yang dibutuhkan dibandingkan pesaing. Pengorbanan psikis yang dikeluarkan dibanding pesaing.
4.    Penetapan strategi pemasaran
    Terdapat beberapa strategi pemasaran yang bersifat umum. Uraian masing-masing strategi sebagai berikut:
a.       Strategi pengembangan produk baru.
          Produk baru dikembangkan berdasar kepada kebutuhan dan keinginan pasar, strategi perusahaan (mengalahkan pesaing dan kanibalisme produk). Kebanyakan produk baru hanya pengembangan produk yang sudah ada.
           yang sudah ada menjadi usang, atau kurang bermanfaat untuk masa sekarang dengan dua alasan mode kadaluarsa (fashion absolescence), atau tekhnologi usang (technological absolescence).
          Perusahaan menginvestasikan sejumlah besar dana dalam riset dan pengembangan (research and development) untuk merancang dan menciptakan produk baru untuk mengembangkan produk yang telah diproduksi.

Kopi Campur adalah media informasi di era digital

Previous
Next Post »

Featured post

Cara Mengatasi Epson, L300 Eror di Tinta

Kopi campurr - Cara mengatasi epson l300 eror tinta tidak mau keluar - setelah lama tidak pernah posting lagi blog ini, akhirnya malam ini ...